Memahami Pola Pikir Anak Kelas 4 SD

Sekarang anak Anda di kelas empat dan sebentar pendidikan sekolah dasar akan berakhir, secara mental anak anda akan memiliki pola pikir  yang berkembang dengan cepat.

Apa yang siswa kelas empat mampu pahami? Jean Piaget, psikolog yang dikreditkan dengan membentuk teori perkembangan kognitif pada akhir 1920-an, membuat daftar dari apa yang dapat diharapkan pada setiap tahap, dan ini masih banyak digunakan saat ini. Inilah yang harus dikatakan tentang anak-anak dalam rentang usia ini:

Siswa kelas empat dapat mengklasifikasikan objek sesuai dengan banyak fitur mereka, dan juga mengklasifikasikannya dalam rangkaian sesuai dengan satu fitur. Misalnya, siswa kelas empat dapat mengatur mobil mainan dari yang terkecil sampai yang tertinggi, sementara pada saat yang sama mengelompokkan warna serupa.

Anak-anak seusia ini dapat memahami beberapa fitur dalam suatu masalah, bahkan saat mereka menyelesaikannya. Itu berarti bahwa meskipun masalah matematika memiliki keduanya tambahan dan perkalian, mereka tidak akan bingung dengan memiliki lebih dari satu bagian untuk dipecahkan. Ini juga penting dalam menangani literatur karena mereka bisa mengerti mengapa seorang penjahat bisa mencuri perhiasan, tapi juga mengapa itu salah.

Anak kelas empat tidak lagi egosentris. Mereka akhirnya mengerti bahwa tidak semua orang melihat dunia seperti mereka melihatnya.

Siswa kelas empat harus bisa membalikkan pemikiran mereka. Ini berarti mereka bisa melewati langkah mental mereka mundur dan memeriksa kesimpulan mereka.

Sedangkan ketika mereka masih muda, mereka tidak dapat mengenali bahwa mereka salah, bahkan ketika kesalahan dalam argumen mereka ditunjukkan, pada kelas empat ini tidak lagi terjadi. Sekarang mereka bisa mengenali kesalahan dalam penilaian saat seseorang menunjukkan cacat pada salah satu langkah mereka.

Seorang siswa kelas empat mampu mengenali perbedaan saat membandingkan fisika dua benda. Misalnya, mereka dapat melihat perbedaan antara area, dan mengatakan kepada Anda bahwa empat lembar persegi satu inci mengambil jumlah kamar yang sama, entah disatukan atau dipisah.

Memahami apa siswa kelas empat mampu memahami adalah langkah pertama. Psikolog lain, Benjamin Bloom, mengambil banyak hal lebih jauh. Pada 1950-an, ia memimpin sekelompok peneliti dalam membuat panduan belajar kognitif yang menggambarkan beberapa tingkat pemahaman. Menurut Bloom, semua anak mengalami proses pemahaman yang terus mendalam, dan dalam urutan yang sama. Tapi anak-anak bervariasi dalam berapa lama waktu yang dibutuhkan mereka untuk mencapai setiap tingkat.

Setiap tingkat didasarkan pada satu di depannya, mirip dengan tangga. Begitu Anda memiliki rasa tentang apa yang dapat dipahami oleh anak Anda, Anda dapat menggunakan tingkat pembelajaran Bloom sebagai panduan untuk membantu putra atau putri Anda mencapai langkah pemahaman berikutnya. Tingkat pembelajaran adalah:

  • Tingkat 1: Pengetahuan. Ini adalah saat seorang anak telah diajarkan sebuah konsep dan hanya perlu mengingatnya. Misalnya, pada level ini ia bisa membacakan sebuah puisi yang ia hafal
  • Tingkat 2: Pemahaman. Anak mengerti apa arti konsep itu. Sekarang dia bisa menceritakan pokok pembicaraan puisi itu.
    Aplikasi. Pada titik ini anak Anda bisa menemukan contoh bagaimana konsep tersebut dapat digunakan. Dia bisa menarik pelajaran dari cerita dan menentukan bagaimana mereka bisa dimanfaatkan dalam kehidupan nyata. Dia bisa menggambarkan tipe orang mood apa yang harus dimiliki puisi ini untuk memberi pengaruh baik pada mereka, karena jika seseorang marah, puisi sedih mungkin tidak akan membuat mereka bahagia. Tapi dia tidak akan benar-benar keluar dan membaca puisi itu untuk orang-orang.
  • Tingkat 4: Analisis. Anak dapat memecah setiap gagasan dan memikirkannya dengan cara menghitung skala yang tidak diperkenalkan. Sekarang dia bisa melihat-lihat puisi dan mencari tema. Misalnya, dia bisa menentukan bahwa warna merah melambangkan gairah.
  • Tingkat 5: Sintesis. Pada tahap ini, seorang anak akan bisa menerapkan konsep tersebut pada situasi baru. Dia mungkin menyebutkan puisi itu dan apa artinya orang di luar kelasnya, pada saat yang tepat.
  • Tingkat 6: Evaluasi. Anak itu memikirkan apa yang telah diajarkannya dan mempertimbangkan pro dan kontra. Dia menentukan manfaatnya. Misalnya, dia mungkin memutuskan apakah puisi itu efektif dalam menciptakan suasana hati.

Ingatlah bahwa Piaget dan Bloom menawarkan tolok ukur mereka sendiri, tapi tidak ada peraturan yang keras dan cepat. Namun, melihat pedoman mereka dapat membantu Anda membantu anak Anda. Dengan memberi anak Anda konsep baru yang tidak melampaui batasan mental kelas empat, Anda dapat melihat kemajuannya melalui tingkat pembelajaran. Anda bisa membantunya maju lebih cepat dengan mengajukan pertanyaan yang tidak hanya membutuhkan pengetahuan atau pemahaman, tapi juga evaluasi. Misalnya, setelah membaca sebuah puisi, Anda bisa bertanya kepada anak Anda, “Bagaimana Anda menulis puisi untuk mengungkapkan emosi dan tema yang sama dengan yang satu ini?” Bukan, “Apa puisi ini?” Pertanyaan kedua hanya membutuhkan pemahaman, tapi yang pertama membuat putra atau putri Anda memikirkan apa yang berisi puisi itu, seberapa baik ia mengungkapkan segalanya, dan bagaimana dia bisa membuatnya lebih baik.

Leave a Reply