Malware Berkedok Aplikasi Android

Serangan malware senantiasa mencari celah untuk menyelinap. Salah nya ialah dengan berkedok jadi aplikasi di piranti Android.

Dari riset perusahaan keamanan internet serta cyber SophosLabs, diketemukan sebagian malware yang menyamar jadi aplikasi. Bahkan juga, malware licik ini berhasil menembus pertahanan keamanan di Google Play Store.

Satu diantara aplikasi malware yang paling baru yaitu Super Free Music Player. Menurut pemaparan SophosLabs, aplikasi malware yang telah diunduh 10. 000 kesempatan ini sesungguhnya yaitu aplikasi malware yang didesain ulang.

Penjahat cyber mendesain ulang satu aplikasi Brain Test serta meluncurkannya kembali jadi Super Free Music Player. Malware ini didesain untuk download payload beda dari satu website serta mengupload info tentang piranti yang terinfeksi seperti beberapa aplikasi yang diinstal, negara, bhs, merk, jenis piranti, dan sebagainya.

” Dalam analisa SophosLabs th. lantas, system kami mengolah lebih dari 8, 5 juta aplikasi Android yang mencurigakan, dimana lebih dari setengahnya adalah malware atau adware yg tidak dikehendaki, http://www.digitalponsel.com” ucap Direktur Sophos ASEAN serta Korea Sumit Bansal dalam keterangannya, Rabu (26/7/2017).

” Mulai sejak ransomware Android awal diketemukan pada pertengahan 2014, kami lihat penambahan yang penting dalam tiga th. paling akhir, ” sambungnya.

Selanjutnya, Bansal menyebutkan kalau Android masih tetap jadi tujuan paling utama ransomware. Menurut dia, pemakai Android biasanya rawan pada dua type ransomware.

” Yaitu lockscreen yang mengunci monitor namun tidak mengenkripsi file serta kripto yang mengenkripsi data pemakai serta mengunci piranti pemakai, ” terangnya.

Tidak ketinggal, Bansal menyoroti problem keamanan di sebagian piranti Android yang di dalamnya telah tertanam malware. Piranti Android seperti Galaxy Note Edge, Oppo N3 serta Asus Zenfone 2 yaitu salah satunya.

” Piranti yang disebut di ketahui jadi piranti yang terinfeksi dengan kode beresiko yang telah ada pada piranti bahkan juga sebelumnya piranti itu di pasarkan pada pemakai, ” ujarnya

Leave a Reply