Kini Banyak yang Menjajal Bisnis E-Commerce dan Salah Satunya Ialah Agung Podomoro

Manisnya usaha e-commerce jadi incaran beberapa perusahaan. Kesempatan ini, Agung Podomoro Group menjajal peruntungan di usaha itu.

Associate Vice President (AVP) Marketing TM Agung Podomoro, Ho Mely Surjani menyebutkan, e-commerce juga akan di luncurkan pada semester II th. depan. Nanti, e-commerce itu juga akan menjual barang dagangan tenant-tenant pusat perbelanjaan punya Agung Podomoro yang tergabung dalam Trade Mall (TM).

Kini Banyak yang Menjajal Bisnis E-Commerce dan Salah Satunya Ialah Agung Podomoro

” Hingga tenant kami bukan sekedar berdagang dengan konvensional saja, tetapi juga dengan on-line, ” tutur Mely,

Untuk step awal, e-commerce ini juga akan tawarkan beberapa produk dari 1. 000 tenant di tiga Trade Mall, seperti, LTC Glodok, Plaza Kenari Mas serta Harco Glodok. ” Harco Glodok mulai beroperasi th. depan hingga dapat gabung dalam e-commerce, ” tutur Mely.

Ditargetkan, sekitaran 30. 000 tenant dari 10 TM dapat turut kedalam e-commerce itu. Mely optimis jumlah itu juga akan jadi bertambah sampai 40. 000 tenant. ” Sebab, sekarang ini masih tetap terdapat banyak stock yang belum juga terjual hingga junlah tenant juga akan jadi bertambah, ” katanya.

Dalam usaha ini, Agung Podomoro mengarah ceruk pasar yang berlainan daripada e-commerce yang lain. Mely menyebutkan, pihaknya cuma mengarah product fesyen seperti batik serta baju muslim. Yang lain, product seperti elektronik serta perlengkapan.

” Kami tidak mau berkompetisi dalam persaingan perebutan yang berdarah-darah dengan e-commerce beda karna customer relatif mencari e-commerce dengan harga yang paling murah, sedang untuk product elektrik serta perlengkapan sekarang ini masih tetap tidak sering, ” tutur Mely.

Dengan terdapatnya e-commerce, perusahaan membidik dapat mendongkrak transaksi di tenant sekitaran 20%-30% th. depan. Tujuan itu termasuk konservatif karna e-commerce baru juga akan beroperasi pertengahan th.. ” Untuk th. setelah itu, kami juga akan gunakan tujuan tinggi, ” tutur dia.

Sekarang ini, rata-rata transaksi tiap-tiap tenant menjangkau Rp 1 miliar tiap-tiap bln.. Tingginya transaksi dikarenakan penjualan dikerjakan dengan wholesale.

Mely menyebutkan, masuknya perusahaan ke usaha e-commerce dikerjakan manfaat penuhi tuntutan perubahan perkembangan digital. Menurutnya, keperluan berbelanja mulai beralih menuju on-line. ” Tetapi, berbelanja on-line juga akan tidak dapat bertahan jika tidak di dukung oleh toko off line, ” tuturnya.

Diluar itu juga untuk penuhi keinginan customer asing. Menurut dia, sekarang ini beberapa konsumen TM banyak datang dari luar negeri seperti Australia, Srilanka, Pakistan serta Timur Tengah.

Agung Podomoro lakukan kolaborasi trade center atau pusat perbelanjaan kepunyaannya dibawah payung TM. Sekarang ini 10 trade center dibawah payung TM, yaitu Mangga Dua Square, Thamrin City, LTC Glodok, Plaza Kenari Mas, Seasons City, Kalibata City, Blok B Tanah Abang, Blok M Square, Plaza Balikpapan, serta Harco Glodok. Mely menyebutkan, th. depan pihaknya belum juga juga akan menaikkan pusat perbelanjaan dalam payung TM.

Dan Ketua Asosiasi Entrepreneur Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mencemaskan ekspansi dari website hotel sharing Airbnb (Airbed and Breakfast) bila selalu dilewatkan berkembang di Indonesia.

Efek yang dapat dirasa untuk periode panjang yaitu problem lapangan pekerjaan di bagian perhotelan serta bidang berkaitan.

” Ada potensi kehilangan pajak, persaingan perebutan yg tidak adil, serta ke depan ada kecemasan kehilangan lapangan pekerjaan, ” kata Hariyadi waktu jadi pembicara dalam CORE Economic Outlook 2018 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Airbnb adalah website asal Amerika Serikat yang sangat mungkin customer yang memakai jasa itu untuk menyewa kamar, ruang, sampai tempat tinggal seorang untuk bermalam.

Dengan regulasi yang ada sekarang ini, menurut Hariyadi, pemerintah belum juga dapat mengatur aktivitas usaha Airbnb di Indonesia dimana sehari-hari makin banyak yang tertarik memakai jasa dari website itu.

” Enak sekali kan bila di Airbnb itu, omzet mereka itu Rp 1 triliun lebih di Indonesia. Mungkin kan umpamanya entrepreneur hotel serta apartemen gabung di Airbnb, enak tidaklah perlu bayar pajak serta bisa semakin banyak, ” papar Hariyadi.

Dia memohon ketegasan pemerintah tentang ke mana arah ekonomi digital Indonesia. Hingga sekarang ini, Hariyadi berasumsi belumlah ada kejelasan arah kebijakan pemerintah, baik tentang berbagi economy di bagian akomodasi seperti Airbnb ataupun di bagian e-commerce.

Leave a Reply